TECHNOPRENEURSHIP
1. Konsep Kewirausahaan
“Wirausaha usaha merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan usaha sendiri
dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan
pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar”
(Jong and Wennekers,2008). Jadi kewirausahaan adalah pengambilan resiko,
menjalankan usaha sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan usaha baru,
pendekatan yang inovatif, mandiri.
2. Proses Kewirausahaan
Proses untuk mengembangkan usaha baru terjadi pada proses kewirausahaan yang
dimana seorang pengusaha harus menemukan, mengevaluasi, dan mengembangkan
sebuah peluang.
3. Technopreneur
Technopreneur merupakan kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Terutama
bagi mereka yang kehidupannya lebih banyak bergantung di dunia teknologi.
Berdasarkan definisinya, technopreneur adalah penggabungan antara pemanfaatan
teknologi dengan konsep entrepreneur (wirausaha).
4. Perbedaan antara Entrepreneurship dan Technopreneurship.
Technoprenuership sudah seharusnya didorong pengembangannya oleh
pemerintah. Hanya dengan bertambahnya jumlah mereka inilah, maka bangsa Indonesia
akan mampu menjadi bangsa yang “berdaya saing” pada tataran persaingan global.
5. Kepribadian Technopreneur
Orang yang keinginan berprestasinya tinggi akan bekerja lebih keras dalam
keadaan bagaimanapun, aslkan ada kesempatan untuk mencapai sesuatu. Dia tertarik
kepada imbalan uang atau keuntungan terutama karena merupakan umpan balik yang
dapat mengukur pencapaian hasil dari pekerjaannya.
6. Karakter Pembentuk Technopreneur
Spirit dan karakter technopreneur dibentuk oleh 3 komponen utama pembentuk,
yaitu Intrapersonal, Interpersonal dan Extrapersonal. Intrapersonal dan Interpersonal
adalah merupakan komponen dari faktor soft skill, sedangkan Extrapersonal adalah
berhubungan dengan kemampuan untuk mampu memberdayakan kedua komponen soft
skill tersebut agar mampu diimplementasikan secara lebih meluas dampaknya.
7. Manfaat Pengembangan Technopreneur
Singapura adalah salah satu contoh negara yang berhasil dalam membuat kebijakan menumbuhkan basis technoprenurnya. Empat puluh lima tahun yang lalu,
Singapura adalah negara kecil di Asia yang miskin. Dua puluh tahun kemudian, pemerintah mulai berkampanye untuk menarik perusahaan MNC berteknologi tinggi,
dengan insentif pajak, tenaga kerja terdidik, dan program infrastruktur yang mengagumkan.
8. Peranan pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Spirit
Technopreneur Pemerintah sebagai regulator diharapkan mempunyai peran untuk menumbuhkan dan mendukung kultur technopreneur dalam aktivitas pemerintahan. Pemerintah dalam
hal ini adalah penentu Grand Strategy tentang “hendak kemana Knowledge Based Economic (KBE) Indonesia ini akan diarahkan untuk mencapai daya saing.
9. Kiat Sukses Technopreneur.
Seperti bisnis pada umumnya, untuk menjadi pengusaha yang sukses di bidang teknologi ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh pemula yang ingin berkecimpung di dunia technopreneur.
10. Pendidikan TI Berbasis Technopreneurship
Pendidikan TI berbasis Technopreneurship memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Memberikan kontribusi kongkret dalam mensiasati masalah pengangguran intelektual
di Indonesia.
2. Mengembangkan spirit kewirausahaan di dunia perguruan tinggi.
3. Meminimalisir gap antara pemahaman teori dan realita praktek dalam pengelolaan
bisnis.